Cara Mengatasi Ikan Hias Sering Mati

Cara Mengatasi Ikan Hias Sering Mati
Ikan menjadi hewan piaraan yang membahagiakan. Beberapa warna ceria dan pergerakan berenang yang menentramkan menjadi panorama yang membahagiakan.

Kematian Ikan secara mendadak merupakan satu dari beberapa hal yang paling ditakuti pemilik ikan hias dalam akuarium atau kolam.

Kematian ikan ini tentu ada argumennya. Berikut beberapa pemicu kematian tiba-tiba ikan hias seperti dikutip dari Todays Pet

Akuarium baru

Bak baru dapat meningkatkan bahan kimia seperti fokus nitrat dan amonium yang tinggi di di air. Ini bisa berpengaruh fatal untuk ikan.

Sebetulnya bakal ada bakteri alami di di air yang nanti akan menyamakan kontaminan ini, tapi sampai kesetimbangan itu terwujud, ikan dapat mati tiba-tiba.

Untuk menghindarinya, tes bak baru dengan teratur untuk kandungan nitrat dan amonium, dan tukar air sekedarnya untuk kurangi kandungan hingga aman untuk ikan.

Kualitas air

Kualitas air keseluruhannya dalam akuarium ialah elemen kunci dalam kesehatan ikan.

Salinitas air (untuk akuarium air asin), tingkat pH, efektivitas filtrasi, dan permasalahan kualitas yang lain harus dipertahankan dalam tingkat yang bagus, atau satu dari mereka bisa mengakibatkan ikan mati.

Untuk menghindarinya, selalu kerjakan pengukur kualitas air yang pas untuk ikan, dan mengambil beberapa langkah untuk menjaga tingkat kualitas yang pas untuk mempertahankan kesehatan ikan.

Peralihan air yang cepat

Akuarium yang sehat, banyak terdapat elemen kimia pada air secara perlahan-lahan aka diseimbangkan dengan adanya ikan, tanaman, dan bakteri yang berada di dalamnya.

Tetapi, peralihan air secara mencolok ini sanggup mengagetkan ikan dan jadi pemicu kematian.

Air perlu ditukar kadang-kadang, tapi peralihan besar yang mendadak akan beresiko.

Untuk menghindarinya, tukar air secara perlahan-lahan, tukar air cuman dengan jumlah kecil pada satu waktu dan nantikan 2-3 hari saat sebelum menukar semakin banyak air hingga ikan bisa beradaptasi dengan peralihan kimia dengan bertahap.

Peralihan temperatur

Mayoritas ikan bisa mentolerir range temperatur dalam akuarium, tapi peralihan temperatur yang mendadak atau menegangkan bisa mengakibatkan depresi, yang bakal membuat ikan lebih rawan pada penyakit. Peralihan yang paling mencolok dapat secara cepat berpengaruh fatal.

Untuk menghindarinya ukur temperatur akuarium dan yakinkan airnya tidak begitu dingin atau jadi terlampau hangat.

Ikan kurang sehat

Bila ikan telah depresi, sakit, atau pada keadaan jelek saat sebelum dimasukkan pada akuarium, bahkan juga keadaan akuarium terbaik juga kemungkinan tidak membuat mereka masih tetap hidup.

Untuk menghindarinya, kenali tanda-tanda penyakit umum pada ikan yang ingin kamu membeli, dan selalu membeli ikan dari peternak atau penjual ikan hias yang eksper dan bereputasi baik.

Tentukan cuman ikan yang paling sehat pada keadaan terbaik hingga mereka semakin lebih sanggup meredam penekanan perjalanan peralihan dan saat ditempatkan ke bak baru nanti.

Toksin tidak tersangka

Bahkan juga sedikit kontaminan beracun bisa berpengaruh fatal untuk ikan, seperti semprotan serangga, losion tangan, minyak wangi, sabun, bahan kimia pencuci, dan bahan yang lain nampaknya tidak beresiko. Bila air tercemar dengan ini, ikan akan menanggung derita.

Untuk menghindarinya, jagalah akuarium dari kontaminasi yang tidak tersengaja dengan memakai penutup yang bagus dan jauhi toksin dari bak.

Selalu bersihkan tangan dengan sabun non-antibakteri yang tidak beraroma saat sebelum memasukkan ke air akuarium untuk argumen apa saja.

Memberikan makan terlalu berlebih

Ikan tak perlu makan 3x satu hari, dan memberikan makan terlalu berlebih bukan hanya buang-buang makanan, tapi makanan basi bisa mencemarkan akuarium dan mengusik kesetimbangan kimiawinya.

Ikan cuman memerlukan beberapa suap makanan tiap hari, dan walau mereka mengemis, mereka tidak memerlukan makanan tambahan.

Untuk menghindarinya, targetkan agenda makan yang ketat dan tidak boleh menyelimpang dari agenda itu.

Samakan jumlah pemberian makan sampai ikan habiskan semua makanan di dalam 1-2 menit, dan tidak boleh memberikan mereka makan extra.

Simak juga: Bermacam Argumen Ikan Cupang Keluarkan Gelembung

 

 

Tinggalkan komentar