Hal hal yang Perlu Diperhatikan dalam Merawat Ikan

Seorang tentu mempunyai hoby yang berbeda. Seperti yang menyukai memiara ikan hias. Maksudnya tidak lain pasti sebagai pembasmi depresi dari kegiatan rutin harian.

Namun, memiara ikan hias tidak dapat sembarangan. Harus ada jalinan yang bagus di antara manusia dengan ikan hias tersebut.

Atau semestinya ialah jalinan simbiosis kualitasalisme. Pasti supaya ikan hias sehat dan cantik dilihat, karena itu pemilik harus juga tekun saat lakukan perawatan.

Tetapi, bagaimanakah cara menjaga ikan hias?

“Perawatan ikan hias dilaksanakan dimulai dari tempat yang dipakai, proses aklimatisasi, sampai penilaian kesehatan ikan,” katanya seperti diambil dari situs IPB University, Senin (11/1/2021).

Menurut dia, ini perlu dilaksanakan supaya ikan hias yang dipiara masih tetap sehat dan gesit hingga masih tetap kelihatan elok. Berikut 7 panduan menjaga ikan hias:

Yakinkan kondisi akuarium

Hal pertama kali dalam mengawali menjaga ikan hias yaitu memastikan kondisi akuarium.

Pada pemakaian pertama:

– akuarium dibikin bersih
– didisinfeksi memakai klorin
– selanjutnya dibasuh sama air bersih dan dikeringkan.

Sedang untuk akuarium yang telah dihuni ikan:

– Bisa dibikin bersih tiap 1 minggu sekali dengan menggosok sisi dinding dan dasarnya memakai spon lembut.

Pakan disamakan

Selanjutnya untuk pakan seharusnya disamakan sama ukuran ikan yang dipiara. Jauhi pemberian pakan yang terlalu berlebih. Hal tersebut bisa mengakibatkan air cepat kotor dan berpengaruh pada pengurangan kualitas air.

Pastikan kualitas air

Pada awal perawatan, air seharusnya diendapkan sepanjang 3 hari beruntun saat sebelum ditempatkan ke akuarium.

Pada penggunaan seterusnya air cukup diendapkan dan diaerasi sepanjang sehari. Kualitas air dijaga dengan lakukan penyifonan tiap hari dan menukar air akuarium sekitar 30 sampai 50 % tiap minggunya.

Perlengkapan simpatisan perawatan

Sedang alat simpatisan perawatan ikan hias salah satunya ialah:

– aerator
– batu aerasi
– filter aerator

Semua alat seharusnya dicheck dan dibikin bersih dengan teratur tiap dua minggu sekali supaya air akuarium masih tetap bersih dan jernih.

Batu aerasi bisa dibikin bersih dengan disikat dan dijemur. Sedang filter dibikin bersih sama sesuai keperluan, misalkan filter dengan mess size kecil harus seringkali dicheck dan dibikin bersih.

“Tiap akuarium seharusnya mempunyai perlengkapan tertentu. Pemakaian perlengkapan seperti seser dan selang sifon secara bertepatan akan beresiko berlangsungnya transmisi penyakit dari 1 tempat ke tempat yang lain,” terangnya.

Proses aklimatisasi

Tahapan setelah itu proses aklimatisasi, yaitu aktivitas penyesuaian ikan pada lingkungan baru.

Ikan yang baru dihadirkan dari lain tempat seharusnya diaklimatisasi lebih dulu lebih kurang 30 menit dengan menempatkan kantong plastik yang berisi ikan ke akuarium yang sudah dipersiapkan.

“Sesudah didiamkan sepanjang 30 menit, seterusnya kantong plastik dibuka dan air dalam akuarium ditempatkan secara perlahan-lahan ke kantong plastik, kemudian baru ikan bisa disebar ke akuarium,” jelas Dr. Wiyoto.

Standard perawatan

Tidak cuman hanya itu, tiap tipe ikan mempunyai standard perawatan tertentu misalnya:

– keperluan tingkat keasaman (pH)
– oksigen larut
– temperatur
– tipe makanan bisa berlainan di antara satu tipe ikan dengan ikan yang lain

Untuk tipe ikan yang membutuhkan oksigen yang cukup karena itu perlu ditegaskan jika aerator yang dipakai telah tepat. Demikian pula untuk ikan dengan keperluan temperatur tertentu, karena itu bisa memakai heater.

Penilaian teratur keadaan ikan

Kerjakan penilaian keadaan ikan dengan teratur. Keadaan kesehatan ikan bisa diprediksikan dari sisi visual.

Misalkan pengurangan selera makan ikan bisa menjadi satu diantara pertanda ikan pada keadaan sakit. Ikan yang terlihat sakit bisa diambil dan dipisah ke akuarium yang lain untuk seterusnya dilaksanakan penyembuhan.

 

 

Tinggalkan komentar